DOA BERSAMA ATAS WAFATNYA KELUARGA BAPAK ATENG SUTISNA, S.Pd.,MM

Gambar: Ibu Kepala Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (Sedang memberikan sambutan pada kegiatan Do’a Bersama atas musibah yang menimpa Ka. Subag TU SMKN 64 Jakarta. (Bpk. Ateng Sutisna)

Dalam rangka memberikan dukungan moril  kepada  keluarga bapak Ateng Sutisna, S.Pd.,MM,  akibat mobil Toyota kijang kapsul bernopol B 2346 IL yang ditumpanginya datang dari Mukapayung menuju Kidang Pananjung terjadi kecelakaan tunggal di Kampung Pasir Pogor, RT 02/09, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (29/4/2022), yang telah  memakan korban:

  1. Andriani Binti Adang (34), Perempuan: Meninggal dunia
  2. Dzikrian Azis Tisnawan Bin Ateng Sutisna (10), Laki-laki: Meninggal dunia
  3. Dilfa Ahmad Triwidiana bin Ateng sutrina (5), Laki-laki: Meninggal dunia
  4. Ateng Sutisna (56), Laki-laki: Luka ringan
  5. Shiza almahyra Trisnawan (8 bulan), Perempuan: Luka ringan

Maka ibu Kepala Dinas Pendidikan ibu Nahdiana mengintruksikan untuk mengadakan doa bersama yang dihadiri oleh Jajaran dinas, Kasudin Wilayah 1.2, Para Kepala Bidang/UPT, Para Kasi Dikmen, Kasi dan sub Koord serta staf SMK, Para Pengawas, Para Kepsek SMKN/S, Para Kasubag TU SMKN/S

Turut hadir Kepala SMKN 22 Jakarta, bapak. Drs. Deni Triwardana, dan Wakasek Bidang Kurikulum, bapak Awaluddin, S.Kom untuk acara Doa bersama yang dilaksanakan secara Virtual.

Adapun Pelaksanaan doa bersama telah di adakan  pada hari sabtu, 30 April 2022 jam 13.30-15.15 WIB, acara tahlilan  dan doa yang telah di pandu oleh Ibu. Maria Ulfa Agustin,M.Pd, beliau adalah kepala Sekolah SMKN 64 Jakarta, yang berlokasi di Jl. Ja’ani Nasr  Rt.005 /RW.11 Cawang Kramat Jati (Gedung Giffer School) Jakarta Timur.

Video  ibu Maria Ulfah Agustin, M.Pd  (kepala SMKN 64 Jakarta) yang membuka acara doa bersama

Ibu. Maria Ulfa Agustin,M.Pd, telah membuka  acara doa bersama, suasana menjadi hening, semua audient terdiam dan mulai fokus mengikuti acara  doa bersama ini, dan beliaupun membacakan rangkaian acara yang akan dilaksanakan pada siang hari ini,   adapun susunan Acara doa bersama atas wafatnya keluarga besar bapak Ateng Sutisna. S.Pd.,MM.

  1. Pembukaan
  2. Sambutan Keluarga Bapak Ateng Sutisna, S.Pd., MM
  3. Sambutan Ibu Kepala Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta Ibu. Nahdiana, M.Pd
  4. Pembacaan Surah yasin Oleh Bpk. Miswan. M.Ag SMK Negeri 22  Jakarta
  5. Pembacaan Tahlil. dan Doa Bpk. Drs. H. Abd Rohman.M.Pd SMKN 48 Jakarta
  6. Tausyiah. Bpk Ust. Syaeful Hidayat. SQ SMK PGRI 1 Jakarta
  7. Penutup

Acara dibuka dengan Umul Quran suratul fatihah…

Dilanjutkan dengan acara sambutan dari shohibul musibah, yang langsung disampaikan oleh beliau sendiri, ceritanya sangat tersentuh hati, dan terangkai dengan runtun, apalagi detik-detik mobil yang dikendarainya jatuh ke jurang  kira-kira 100 menter lebih yang kejadiannya jam 01,00 WIB, namun tetap bapak ateng sutisna selalu mengingat Allah SWT, dan ingat istri dan ke 3 anaknya, ini kejadian/ peristiwa yang luar biasa, kondisi spiritual yang tinggi, apalagi keberangkatannya ke kampung dalam kondisi  puasa, dan lokasi kejadian ini tidak jauh dari lokasi rumahnya, bahkan jalanan tersebut sering dilalui, untuk lebih jelasnya  cerita tersebut, maka kami persilahkan untuk menonton secara langsung di streaming youtube berikut ini:

Video bapak Ateng Sutisna sedang bercerita tentang awal terjadinya kecelakaan tunggal di cililin.

Acara dilanjutkan dengan sambutan langsung oleh Ibu kepala Dinas  Provinsi DKI Jakarta, yaitu ibu Nahdianah, Dalam sambutanya beliau merasa terharu dan salut terhadap kesabaran,  ketabahan dan  kekuatan iman dari bapak Ateng Sutisna dalam menerima musibah ini. Beliau mengucapkan  turut berduka cita  yang sedalam-dalamnya, atas Ujian yang menimpa bapak Ateng,  yang menyebabkan 3 orang dari keluarga beliau meninggal yaitu: (1)Andriani Binti Adang ( Istri) Meninggal dunia, (2) Dzikrian Azis Tisnawan Bin Ateng Sutisna (10), (3) Dilfa Ahmad Triwidiana bin Ateng sutrina,  meninggal dunia, semoga Allah menerima amal ibadanya disisi Allah SWT,

Kita harus mampu mentafakuri dan mentadaburi, dari kejadian yang  dialami oleh bapak Ateng Sutisna, bahwa: “hakekatnya bahwa hidup kita pada akhirnya akan menuju ke gerbang kematian, sesunggunya kita berada pada masa penantian, bukankah surat cintaNya telah tertulis didalam Al-Quran  yang berbunyi: kullu nafsin dza iqotul maut artinya: “Setiap Jiwa pasti akan merasakan mati”  kematian adalah sebuah keniscayaan, semua akan meyusul,  ada 3 hal yang harus kita renungan secara mendalam , (1) Dimana kejadian akan terjadi tidak ada yang tau,  merasa terperosok, terakhir mengalami benturan keras, berangkat sebelum berbuka dicipanas, perjalanannya  setiap hari dilalui, siapa yang akan menyangkan disitik itulah  2 anak dan istri tercinta telah dipanggil oleh Allah, (2) Waktu kejadian tidak pernah terbayang, kenyataanya kejadian jam 01.30 WIB,  (2)  Cara seperti apa?  Juga taidak ada yang tau, Cara Allah yang memanggil  dengan cara yang baik, meninggalnya di waktu di sepuluh terakhir di Bulan Ramadhan,  semoga  keluarga yang meninggal Dunia istri dan ke dua anaknya khusnul khotimah,  ‘Ujar Ibu Kadis,

Beliaupun mengucapkan: “ Kami dari Dinas Provinsi DKI Jakarta, ikut bela sungkawa yang sebesar-besarnya, telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, saya melihat, akhir yang baik di awali dengan kalimat istrigfar (Dzikir), ini semua, memjadi ibroh (hikmah), ibu. Andriani Binti Adang (istri), Dzikrian Azis Tisnawan dan Dilfa Ahmad Triwidiana, sudah selamat sudah kembali kepangkuan sang ilahi Robbi,  dan hari ini bapak Ateng sudah sudah terlihat agak membaik, kalau saya diposisi pak Ateng,  mungin tidak kuat, izinkann saya, mengatakan,   bapak Ateng pasti sayang tapi Allah lebih sayang kepada anaknya, sebagai yang tertuang didalam Al-Quran: surah 2 ayat 28 [QS. 2:28] artinya: “lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

Beliaupun melanjutkan sambutannya: “Kita di ajarkan rosulullah, besama teman, kolega, kita harus berdoa kita akan kembali ke surganya Allah, terakhir telah  disampaikan bapak Ateng, bahwa Allah  tidak akan diberikan cobaan kecuali  diluar kemampuan nya.

Teima kasih untuk memberkan doa kepada seluruh pihak, sejati keluarga seharusnya seperti ini,  kalau ada yang terkena musibah salah satunya  hadir melalu Dzikri Firtual ini, kejadian ini adalah peritiwa yang sudah diatur Allah, ketika pak Ateng terjatuh, coba bayangkan, sudah ada yang bawa senter,  ada yang menolong,  ini semua adalah  amal perbuatan pak ateng yang dikembalikan menjadi bentuk pertolongan, istri dan ke dua anaknya cepat  dibawa kerumah sakit,  ini menjadi ibroh kita, jadi kebaikan kita  sudah diakumulasikan oleh Allah SWT.

Berikut adalah video sambuatan Ibu Kadis Provinsi DKI Jakarta,

Se usai sambutan Ibu Kepala Dinas dilanjutkan dengan pembacaan surah yasin, yang dipimpin oleh bapak Miswan,M.Ag. beliau berasal dari  SMK Negeri 22 Jakarta, dan    dilanjutkan dengan pembacaan  Pembacaan tahlil sekaligus dengan  doa  yang dipandu oleh bapak Drs. H. Abd Rohman, M.Pd  berasal dari SMKNegeri 48 Jakarta,

Untuk memberikan penguatan dan menuai hikmah dari perintia musibah yang menimpa bapak Ateng Sutisna, M.Pd. maka dilanjutkan dengan acara  Tausyiah yang disampaikan oleh bapak Ust. Saeful Hidayat, SQ.  berikut Dokumentasinya

Dalam Tausyiahnya ust. Saeful Hidayat telah mensitir dua  surat Al-Quran: yang pertama: Q.S: At-taqobun: 11 yang artinya: “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah tidak hanya menciptakan makhluk, tetapi juga mengatur seluruh makhluk.

Yang kedua: Q.S: Al-Baqarah: 156 yang artinya:

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Dengan selesainya acara tausyiah tersebut maka berakhir pula semua rangkaian acara pada siang hari ini, dan acara berakhir pada pukul 15. 15 WIB,  sebagai pemandu acara Ibu. Maria Ulfa Agustin,M.Pd, mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah bergabung  untuk mendoakan  keluarga bapak Ateng Sutisna, semoga Allah yang akan membalas semua kebaikan  bapak / Ibu semua,  dan akhirnya acara ditutup dengan pembacaan “HAMDALAH”.

Semoga tulisan yang sederhana ini bisa menjadi ibroh (pelajaran) bahwa manusia hanya memiliki rencana, tapi Allah yang maha menentukan segalanya, untuk itu marilah gunakan kesempatan usia yang masih Allah berikan dengan beramal sholeh, dan selalu menebar kebaikan dimana saja kita berada, terima kasih penulis ucapkan wassalamualaikum Wr. Wb.

Dokumentasi : 

About Miswan M.Ag, M.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published.

SMK Negeri 22 Jakarta