HARI AYAH SEDUNIA

Oleh: Miswan, M.Kom.,M.Pd  (Guru SMKN 22 Jakarta)

Setiap 19 Juni diperingati sebagai Hari Ayah Sedunia bertempatan ada hari  Minggu. Hari Ayah Sedunia ini berbeda dengan Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November. Melansir dari situs Sahabat Keluarga Kemendikbud, deklarasi peringatan Hari Ayah Nasional pertama kali berlangsung di Solo pada 2016.  Hari Ayah lahir atas prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP), pada ada tahun 2014.

Acara tersebut mendapat sambutan cukup baik dan mendapatkan sekitar 70 surat terbaik yang kemudian dibukukan. Beberapa surat terbaik tersebut dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, SMA, Mahasiswa, serta umum, singkat cerita akhirnya dibuatlah Deklasari, Deklarasi tersebut digabung dengan hari kesehatan dengan mengambil semboyan “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”. Pada hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Demikian sejarah terbentuknya hari Ayah Nasional.

Sekarang bagaimana dengan Hari Ayah Sedunia? di medson sudah banyak yang membicarakan tentang peringatan hari ayah ini,  memang tidak sepopuler peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember. Sahabatku supaya tidak gagal paham, mari kita bahas sekelumit tentang, Bagaimana Sejarah munculnya hari Ayah Sedunia?

Dilansir dari Hindustan Times, Hari Ayah sedunia ini sebenarnya merupakan tradisi warga Amerika Serikat untuk menghormati sosok ayah. Peringatan ini pertama kali diusulkan oleh seorang wanita muda bernama Sonora Smart Dodd yang berasal dari Spokane, di Washington YMCA dirayakan pada 19 Juni 1910.

Sejak saat itu lah, Sonora memutuskan ingin memberikan satu hari untuk ayahnya, sama seperti Hari Ibu. Ayahnya bernama William Jackson Smart yang merupakan veteran perang sipil. Ayahnya membesarkan Sonora dan lima saudaranya seorang diri. Sebab, ibunya meninggal saat melahirkan Sonora.

Tahun berikutnya, Sonora ingin merayakan Hari Ayah pada tanggal 05 Juni, tepat pada ulang tahun ayahnya. Saat itu, ia mengajukan petisi agar hari itu dijadikan hari libur dan diakui di kotanya.  Walikota Spokane pun memberi tanggapan terhadap petisi itu. Ia menyetujui diadakannya Hari Ayah. Namun karena membutuhkan waktu untuk persiapan, akhirnya tanggal perayaan Hari Ayah pun ditunda.

Barulah pada tanggal 19 Juni 1910, Hari Ayah dirayakan. Kala itu, perayaan Hari Ayah dimeriahkan oleh perempuan muda yang memberikan mawar untuk menghormati ayah mereka. Ada dua mawar saat itu. Mawar merah untuk menghormati ayah yang masih hidup dan mawar putih untuk mengenang almarhum. Tak ketinggalan, Sonora pun ikut merayakan Hari Ayah dengan membawa anak laki-lakinya menaiki kereta kuda melintasi kota. Ia juga membawa mawar dan hadiah untuk diberikan pada ayah yang tinggal di rumah.

Sejak pertama kali dirayakan pada 1910, Hari Ayah semakin populer, teman-teman. Tak hanya di Kota Spokane, Hari Ayah pun mulai diakui oleh negara Amerika Serikat pada 1924. Saat itu, pemerintahan dipimpin oleh presiden ke-30 Amerika Serikat, bernama Calvin Coolidge. Coolidge sangat setuju dan mendukung ide Sonora untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara ayah dan anaknya.  Kemudian, presiden ke-36 Amerika Serikat Lyndon Baines Johson mengeluarkan proklamasi presiden pertama yang ditujukan untuk menghormati Ayah di tahun 1966.

Demikian para pembaca yang setia, penjelasan tentang sejarah hari ayah sedunia, semoga bisa dipahami. Sekarang kita lanjutkan kajiannya, tolong dibaca secara runtun supaya tidak gagal paham, dan banyak ilmu yang akan didapat. Selamat melanjutkan bacaanya ya.

Nah, Apa Esensi makna dari  Merayakan Hari Ayah Sedunia dan bagaimana caranya?

Di Hari Ayah yang dilaksanakan setiap tahunnya, anak-anak mengakui dan menghargai ayah mereka serta figur ayah mereka yang memberikan peran penting dalam kehidupan mereka, baik secara emosional, mental, finansial hingga Spiritual.

Esensi makna perayaan Hari Ayah se dunia ini yiatu, anak-anak memahami pentingnya peran seorang ayah dalam kehidupan seseorang. Mereka juga mengakui bagaimana kontribusi sang ayah bagi keluarga mereka sendiri, dia bekerja keras, memeras keringat dan membanting tulang, demi kemulyaan keluarganya, tidak rela jika anaknya sengsara dikemudian hari, baik untuk masa depanya di dunia terlebih juga diakhirat nanti.

Sinyalir dari https://bobo.grid.id, Ada 5 Cara Merayakan Hari Ayah Sedunia yaitu:

  1. Memberi Kue dan Hadiah

Walau bukan hari ulang tahun, teman-teman bisa membeli kue dengan rasa kesukaan ayah dan membeli hadiah kecil. Berikan kue dan hadiah tersebut saat bersantai di rumah, sambil mengucapkan selamat. Teman-teman bisa berkumpul bersama keluarga sambil memakan kue dan menghabiskan waktu dengan berbincang.

  1. Buat Kartu Ucapan

Cara lain yang bisa teman-teman coba adalah membuat sebuah kartu ucapan. Teman-teman bisa membuat dengan berbagai bahan sederhana yang ada di rumah.

  1. Berjalan-jalan Bersama Ayah

Teman-teman bisa mengajak ayah berjalan-jalan di taman dekat rumah, atau ke berbagai tempat lain. Saat berjalan-jalan, teman-teman bisa sambil bermain atau bersandagurau bersama.

  1. Menonton Film Bersama

Carilah film yang seru, dan buat camilan bersama ayah di rumah. Teman-teman bisa menemani ayah menonton film sambil makan camilan bersama.

  1. Buat Hadiah dari Hasil Karya Sendiri

Cobalah buat hadiah seperti bingkai foto, atau kerajianan tanagan lain yang bisa dibuat dengan bahan sederhana di rumah.

Nah, sekarang Bagaimana seharusnya kita menyikapi tentang hari hari ayah sedunia ini?

Memperingati hari ayah sedunia adalah sah-sah saja, Pastinya, karena sudah banyak memiliki kenangan tersendiri tentang sosok ayah. Segala kelebihan dan kekurangannya telah mewarnai dan membersamai hari-hari kita. Walau ada juga seseorang yang dilahirkan sudah tidak memiliki ayah dikarena meninggal, karena itu sudah takdir yang Maha Kuasa (Allah SWT), miminal bisa menjaga nama baik keluarganya termasuk ayahnya.

Tapi  Siapa pun orangnya tidak mungkin bisa menghapus kenangan indah bersama ayahnya. Apalagi saat kita masih kecil sampai tumbuh menjadi pribadi yang dewasa, adalah sebuah perjalanan yang penuh perjuagan, sudah pasti banyak memori yang tidak pernah terlupakan.

Sementara itu, peringatan Hari Ayah Nasional setiap tanggal 12 November, kata dia, dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali peran ayah dan pengasuhan serta tumbuh kembang anak, atau bisa menjadi sosok yang komunikatif dan mencurahkan perhatian serta mendengarkan keluhan dan kegelisahan anaknya. “Peran seperti menyiapkan makanan, mengantar sekolah, menemani saat tidur, membawa berobat saat sakit bisa dilakukan kedua orang tua,” katanya.

Di Hari Ayah yang dilaksanakan setiap tahunnya, anak-anak mengakui dan menghargai ayah mereka serta figur ayah mereka yang memberikan peran penting dalam kehidupan mereka, baik secara emosional, mental, hingga finansial. Pada perayaan Hari Ayah, anak-anak memahami pentingnya peran seorang ayah dalam kehidupan seseorang. Mereka juga mengakui bagaimana kontribusi sang ayah bagi keluarga mereka sendiri, dan masyarakat secara umum.

Sebenarnya menurut penulis kesuksesan sebuah keluarga bukan saja peran ibu saja tapi juga bersama ayah, karena dalam  membangun mahligai rumah tangga,  yang harmonis, Sakinah mawaddah warohmah, sudah pasti harus dibangun secara bersama-sama, antara ayah dan ibu.

Menurut pakar Sosiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Tyas Retno Wulan, yang dikutip dari Republika online, mengingatkan seorang anak membutuhkan peran dari kedua orang tua. Peran orang tua ini penting agar tumbuh kembang diri anak dapat berjalan optimal, dan seorang anak pada setiap fase kehidupannya membutuhkan role model yang ideal agar bertumbuh dengan baik secara sosial, psikis maupun fisik. “Ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia, seorang anak membutuhkan peran dari kedua orang tua mereka. Kenapa?  Karena selama ini seolah-olah ada pembagian kerja dalam masyarakat bahwa ayah berperan untuk instrumental role atau terkait dengan mencari nafkah, berhubungan dengan pihak luar dan lain sebagainya, sementara ibu berperan dalam ekspresif role seperti kasih sayang, perhatian dan lain-lain, Padahal, kata dia, keduanya harus bisa melakukan kedua peran itu dengan seimbang  dan saling berkolaborasi guna mendukung psikologis dan tumbuh kembang anak dan ayah dan ibu dapat bersama-sama menjalankan peran instrumental dan ekspresif dengan baik. “Katanya.

Bagaimana konsep Hari Ayah dalam Pandangan Islam

Kita bisa belajar dari kisah  Nabi Muhammad SAW, Beliau tetaplah seorang suami dan bapak bagi anak-anaknya. Beliau SAW tak pernah menyepelekan urusan keluarga, walau Beliau sendiri adalah seorang kepala negara. Di tengah ekspansi dakwah Islam dan kesibukan mendakwahi umat, Beliau SAW masih sempat bermain dengan cucu-cucunya. Rasulullah SAW juga suka memeluk dan mencium cucu-cucunya penuh kasih sayang.

Menurut seorang Mubaligh dan pengamat keluarga Muslim, Ustaz Bobby Heriwibowo,  menjelaskan, jika ingin melihat keluarga sakinah, lihatlah apa yang dicontohkan Rasulullah SAW. Menurutnya, banyak sekali contoh quality time family yang dapat diteladani dari Rasulullah SAW. “Rasulullah sangat dekat dengan anak-anak dan cucunya. Rasulullah sering bermain-main dengan anak dan cucu. Ada hadis beliau mengatakan, ‘siapa yang tidak bisa menyayangi, tidak akan disayangi’,” jelas Ustaz Bobby

Sama-sama kita ketahui, bahwa di samping sebagai ayah, Rasulullah SAW sendiri juga memainkan peran sebagai suami. Beliau SAW tak sungkan membantu kesibukan mengurus rumah tangga, suami tak boleh segan dalam membantu istrinya yang repot mengurus rumah tangga. “Beliau SAW mencuci bajunya sendiri, menjahit kasurnya sendiri, dan membatu kerepotan rumah tangga. Beliau SAW juga memiliki sisi romantisme bagi keluarga. Ketika iktikaf Ramadhan saja, Beliau SAW sering memasukkan kepalanya ke rumah agar disisirkan istrinya, Aisyah RA,” katanya memaparkan.

Lain pendapat yang dari seorang pengamat parenting Islam, Neno Warisman, mengatakan, yang utama sekali peran orang tua bagi anaknya adalah makanan. Makanan yang diberikan kepada anak tidak hanya diperhatikan dari segi asupan nutrisi dan gizi. Hal yang terpenting, apakah makanan tersebut berasal dari rezeki yang halal. Karena anak akan tumbuh dari sana. Makanan yang menjadi darah daging si anak apakah dari sesuatu yang baik dan halal,” jelasnya

Neno juga mengingatkan, tugas mendidik dan membesarkan anak harus seimbang antara suami dan istri. Jangan sampai seorang suami karena sibuk mencari nafkah sama sekali tak mau tahu dengan pendidikan anaknya. Kalau kita telisik dari Alquran surah Luqman, seorang  ayahlah yang memegang kendali tauhid bagi anaknya. Ayah yang bertanggung jawab mendidik anaknya, mulai dari shalat, perilaku baik, berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan seterusnya, itu tanggung jawab ayah. Bayangkan, peran ayah benar-benar sentral di dalam rumah,” ungkapnya.

Dikuatkan oleh ucapan pakar dunia anak, Dr Seto Mulyadi, mengatakan, waktu yang diberikan orang tua kepada anak bukan hanya dilihat dari kuantitasnya, melainkan juga kualitasnya. Ketika orang tua sudah sibuk di luar rumah dan hanya punya waktu sedikit untuk anak, tekankanlah kualitasnya. “Kalau waktu sangat terbatas untuk anak, maka jadikanlah waktu itu berkualitas. Jangan dicampuri lagi dengan urusan kerja, tapi betul-betul waktu yang sedikit itu full untuk anak,” ungkapnya dengan tegas.

Komunikasi orang tua dan anak jangan sampai terputus. Jika memang karena kesibukan kerja hingga menyisakan waktu yang sedikit untuk anak, perhatikanlah kualitas dari waktu tersebut.”Ujar beliau.

“Walau hanya sebentar, kualitas komunikasinya itu harus prima. Harus sepenuh hati untuk anak. Orang tua tak perlu sungkan untu  k bernyanyi, mendongeng, dan bermain. Jadi, tidak disambil-sambil. Kalau sudah di rumah, lupakan kesibukan kantor,” katanya memaparkan

Demikianlah yang bisa penulis sampaikan tentang makna, sejarah, cara memperingati hari Ayah sedunia, dan konsep ayah dalam Islam. Semoga tulis yang sederhana ini dapat dipahami  dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin Yra.

Sumber:

About Miswan M.Ag, M.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published.

SMK Negeri 22 Jakarta