SMKN 22 JAKARTA SALING MAAF MEMAAFKAN MENJELANG RAMADHAN 1443 H

Gambar: Kepsek SMKN 22 Jakarta, Bapak. Drs. Deni Triwardana, sedang memberikan arahan tentang persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H

Dalam rangka pembentukan nilai karakter siswa di SMKN 22 Jakarta, maka setiap pagi, mulai jam 6.30 s.d 07.00 ada bimbingan ibadah, bagi yang beragama Islam melakukan pembiasaan pembacaan Al-quran yang dibacakan secara central di TU, sedangkan agama non Islam bimbingan ibadahnya dipandu oleh guru agamanya masing yang bertempat di ruang aula.

Kegiatan tadarus Al-Qur’an kali ini dipandu oleh Muhammad Latip dari kelas X OTKP2, dan  Abdurrahman Maula kelas X BDP1, dengan membacakan surat Al-Kahfi ayat 1-10 dan Qur’an surat: Ar-rahman, di akhiri dengan pembacaan sholawat dan ucapan marhaban ya Ramadhan.

Hari ini jum’at 01 April 2021, adalah hari terakhir para peserta didik melaksanakan KBM, karena sehubungan bagi umat Islam akan menyambut bulan Suci Ramadhan 1443 H, maka proses kegiatan mengajar di tiadakan,  tepatnya pukul 08.30 maka seluruh dewan guru, staf tata usaha dan para siswa untuk berkumpul di lapangan SMKN 22 Jakarta, acara di pandu sama bapak. Hardi Priyatna, MM, selaku staf kesiswaan, dilanjutkan dengan acara sambutan dari kepala sekolah SMKN 22 Jakarta, yaitu, bapak. Drs. Deni Triwardana, intinya dalam sambutannya beliau mengingatkan agar kita bisa mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan saling maaf memaafkan diantara sesama.

Setelah itu dilanjutkan dengan tausyiah menyambut  bulan suci Ramadhan yang telah disampaikan oleh bapak Miswan, M.Kom, M.Pd, sebagai pembekalan bagi para peserta didik,  Adapun isi tausiahnya beliau menjelaskan: Salah satu hal yang patut diwaspadai oleh seorang muslim, menurut Imam Abu Bakr Az-Zur’i adalah at-tahawun bil-amri idza hadlara waqtuhu. Yaitu, saat kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya atau menganggap ringan atau mengentengkan suatu perintah atau perkara ketika perintah telah datang. Ketidaksiapan dan mengentengkan tersebut merupakan salah satu bentuk meremehkan suatu perintah. Akibatnya ada dua, yaitu akan muncul kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak ini merupakan bentuk hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata.

Agar kita memiliki kesiapan maksimal dalam menyambut bulan Suci Ramadhan maka  ada 5 hal yang harus disiapkan yang disingkat dengan ITIKM dengan cara: Pertama: Persiapan  Iman, karena dengan iman yang kuat, sesuatu yang sulit dan berat akan menjadi mudah dan ringan, tentang pentingnya nilai keimanan dalam menyambut Ramadhan beliaupun membacaan Hadits nabi yang artinya: “Barang siapa yang mendirikan Ramadhan dengan iman dan hanya mengharapkan Ridho Allah maka semuanya doasanya akan diampuni doa yang telah lalu oleh Allah Swt, sedangkan untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai  keimanan maka dilakukan diantaranya, sering-sering membaca Al-quran, dan melakukan sholat fardhu maupun sholat rawatib (sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu), kedua:   Melakukan Taubat: Agar hati kita bersih dari segala dosa dan  pernyakit hati, tentu dengan melakukan taubatan Nasuha, agar masuk ke bulan Ramadhan dosa kita sudah diampuni oleh Allah Swt, ke Tiga: Pesiapan Ilmu:   yaitu ilmu tentang pengertian puasa, hal yang membatalkan puasa, apasaja yang dapat mengurangi nilai puasa, cara rosulullah sukses dalam menjalankan puasa, tentang itikaf, zakat, dan lain-lain, Ke empat: Persiapan Kekayaan (Harta), maksudnya bukan hartu untuk persipan pulang kampung atau membeli baju lebaran tapi disiapkan untuk bersedekah dibulan Ramadhan, karena  sebaik-baik sodaqoha adalah sodaqoh dibulan ramadhan ke Lima: saling Maaf memaafkan antar sesama, karena kemulyaan manusia bukan bagus ibadahnya kepada Allah Swt tapi juga harus bagus juga dalam berinteraksi kepada sesama, namun dalam pergaulan terkadang ada terselip khilaf kata dan tingkah laku baik yang sengaja maupun tidak, untuk itu kita dianjurkan saling  maaf memaafkan, baik secara lahir maupun maaf secara batin.

Untuk mendapatkan keberkahan dari Allah Swt, maka acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh bapak. Burhanuddin, M.Ag.  beliau adalah guru Agama Islam di SMKN 22 Jakarta, dilanjutkan dengan  saling maaf memaafkan diantara keluarga besar SMKN 22 Jakarta.

Atas nama keluarga besar SMKN 22 Jakarta, mengucapkan selamat menuaikan ibadah puasa  1443 H, semoga  rangkaian ibadah yang akan kita lakukan selalu mendapatkan kelancaran dan kemudahan  dari Allah SWT.

Dokumentasi :

About Miswan M.Ag, M.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published.

SMK Negeri 22 Jakarta