SMKN22 JAKARTA BERDZIKIR MENUJU KESUKSESAN

Gambar: SMKN 22 Jakarta telah melaksanakan Dzikir bersama di hari Jumat pagi yang penuh keberkahan

Pagi ini jum’at, 22 Juli 2022, SMKN 22 Jakarta, kepala sekolah SMKN 22 Jakarta, beserta seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dan siswa, dari kelas X, XI dan XII, melakukan dzikir bersama di lapangan SMKN 22 Jakarta, yang dilaksanakan pada pukul: 06.30 s.d 07.30 WIB. program ini adalah digagas oleh kepala sekolah yang baru, yaitu: ibu Dra. Odah Saodah, M.Pd, yang ingin menanamkan bagaimana membentuk generasi anak bangsa siswa/I SMKN22 Jakarta, yang berwawasan luas (berpikir ilmiyah beramal amaliyah), memiliki skill dijurusannya masing-masing serta mampu menggabungkan potensi Dzikir dan pikir sehingga  terbentuklah  generasi pelajar yang berkarakter pancasila. Yang mampu membawa seluruh keluarga besar SMKN 22 jakarta, untuk mewujudkan satu visi, satu hati, bersama meraih prestasi.

Kegiatan jum’at pagi ini, diawali pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW, yang dipimpin oleh sdr. Abdurahman Maula Dawilat (XI BR) dan Ibad Saal Maftuh (XI (BR).

Sedangkan yang memandu acara adalah Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI)  yaitu, Ibu. Irmayanti, S.Pd.I, yang diawali dengan pembacaan surah Al-fatihah..

dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah SMKN 22 Jakarta, yaitu: Ibu. Odah Saodah, M.Pd, yang dalam sambutanya beliau memberikan pesan sebagai berikut:

“Jika kita melakukan yang baik di SMKN 22 Jakarta maka insya Allah hasilnya akan baik buat pembelajaran, kelancaran, kebahagian, dan kesuksesan untuk keluarga besar SMKN 22 Jakarta, Mohon dukungannya seluruh civitas akademika SMKN 22, kita niatkan segala sesuatunya  untuk beribadah, semoga apa yang kita lakukan baik dalam proses KBM atau kegiatan lainnya  dapat berjalan dengan lancar dan mendulang kesuksesan, dan prestasi yang mengembirakan. “Kata Ibu. Odah Saodah, selaku kepsek SMKN 22 Jakarta, yang selalu menyempatkan waktu sholat berjamaah di masjid Al-Ikhlas ini.  dan diakhir pembicaraannya dengan kalimat takbir, “ALLAHU AKBAR3x”. yang mengartikan hanya allah yang maha besar  tempat kita bergantung kepadaNya.

Dilanjutkan pembacaan asmaul husna oleh kelas XI Manajeman Perkantoran (MP) sdr. Muhammad Latif,

dan dilanjutkan pembacaan Al-qur’an secara berjama’ah  sekaligus pembacaan Do’a, yang dipimpin oleh bapak Miswan, M.Pd,  selaku Guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Terlihat  ibu guru yang sedang mengikuti acara jum’at berdzikir

Terlihat  bapak guru dan staf TU yang sedang mengikuti pengajian jum’at berdzikir

Juga terlihat kekhususan anak2 yang mengikuti kegitan ini

Untuk menambah wawasan dan pemamanan tentang berdzikir, maka penulis ingin saling berbagi  tulisan ini,  tentang pengertian  berdzikir dan manfaat berdzikir.

Apasih Pengertian berdzikir itu?

Istilah dzikrullah (berdzikir kepada Allah) memiliki dua makna, yang kedua-duanya diperintahkan untuk kita penuhi. Yaitu: dzikrullah dengan arti: mengingat Allah, dan yang kedua: dzikrullah dengan makna: menyebut Allah melalui Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya, serta bukti-bukti keagungan dan kemuliaan-Nya, dalam konteks pujian, pengagungan dan pentauhidan. Dzikrullah dengan arti pertama bisa semakna dengan muraqabatullah (menyadari, mengingat dan memperhatikan pengawasan Allah), yang merupakan esensi dari derajat ihsan, sebagaimana dalam hadits Jibril ’alaihis-salaam

Namun istilah dzikir yang lebih umum digunakan di kalangan masyarakat adalah dengan arti kedua, yakni menyebut Nama-Nama Allah melalui tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan lain-lain, yang tentu saja di dalamnya juga harus terkandung makna mengingat Allah.

Dzikrullah adalah landasan, motivasi, isi, esensi dan sekaligus tujuan seluruh ibadah. Maka tingkat, kualitas dan juga kwantitas ibadah seseorang sangat ditentukan oleh tingkat, kualitas dan juga kwalitas dzikir dan ingatnya kepada Allah. Shalat seluruhnya adalah dzikir. Puasa Ramadhan dan ibadah haji juga penuh dengan dzikir. Sementara itu tidak mungkin seseorang bisa menjaga komitmennya dalam menunaikan kewajiban ibadah zakat dan juga seluruh ibadah yang lainnya kecuali jika ia senantiasa ingat Allah dengan baik. Disaat yang sama, seluruh ibadah itu juga merupakan sarana terbaik untuk menggapai tingkat dzikrullah yang lebih tinggi dan lebih baik.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku. Maka beribadahlah kepada-Ku, dan dirikanlah shalat untuk mengingat (dzikir kepada) Aku.” (Thaahaa: 14)

Selanjutnya apa sebenarnya manfaat yang kita dapat dari kita selalu  berdzikir?

Nah, untuk menjawab ini, penulis mengutip dari  dari buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Dr Aidh Abdullah Al-Qarny, Ibnul Qayyim telah menemukan sekitar delapan puluh manfaat dzikir. Beliau mengatakan, Manfaatnya tidak terbatas. Di antara manfaat-manfaat itu adalah sebagai berikut :

  1. mengusir syetan
  2. menggapai ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala
  3. dapat menerima takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala
  4. memberikan ketenangan jiwa
  5. menghilangkan waktu kosong, kesedihan, dan keresahan.
  6. mengumpulkan kekuatan dan tenaga (rohani)
  7. mendapatkan pahala
  8. menghapuskan dosa
  9. hati menjadi tenang dan mantap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Maka, berdzikirlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala baik ketika sedang berdiri, duduk, maupun berbaring, baik di rumah, di jalan, di kendaraan, maupun di kantor. Dan jalinlah hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjalin hubungan dengan orang yang mau menjalin hubungan dengan-Nya, memberikan hidayah kepada orang yang memohon hidayah-Nya dan memberikan rezeki kepada orang yang meminta rezeki kepada-Nya.

Ibnul Qayyim berkata, “Rasulullah ﷺ senantiasa berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, nafasnya, perkataannya, dan segala perilakunya adalah dzikir kepada-Nya.”

Beliau berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di saat berdiri, duduk, maupun berbaring. Beliau tidak pernah bergerak melainkan berdzikir kepada-Nya dan beliau juga tidak pernah diam melainkan berdzikir kepada-Nya. Jika berkhutbah, beliau menyebut nama-Nya dan jika berbicara, beliau juga selalu menyebut-Nya,

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ…

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu…” (QS Al-Araf ayat 205)

Artinya: tidak ada ucapan, perbuatan dan hati yang lalai dari mengingat Allah SWT.

 

 

About Miswan M.Ag, M.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published.

SMK Negeri 22 Jakarta